RSS

Perumusan Masalah



Perumusan masalah ini menjadi hal penting karena dalam penelitian ilmiah yang akan kita buat pastinya harus didasari oleh masalah - masalah tersebut sehingga biasanya dalam merumuskan masalah ini dengan memperhatikan 5W +1H (who, what, where, why , when dan how ) dan biasanya drumuskan dalam kalimat tanya

Sebagai contih yaitu sebagai berikut :
  • Apa penyebab dari pencemaran udara ?
  • Bagaimana dampak dari pencemaran udara bagi lingkungan sekitar ?
Sumber :
Suryana, (2010). Buku ajar perkuliahan metodologi penelitian. Universitas Pendidikan Indonesia

Memilih Masalah / Membatasi Suatu Masalah

Jika kita akan mendapatkan suatu masalah yang akan diangkat dalam penelitian ilmiah maka diperlukan pemilihan / pembatasan masalah tersebut. Dalam memilih / membatasi maslah tersebut maka perhatikan hal - hal berikut :

  • Masalah tersebut sudah layak diteliti atau belum bergantung pada :
    • ada - tidaknya teori yang relevan dengam nasalah tersebut.
    • ada - tidaknya pemecahan untuk masalah tersebut
  • Managebility
    • Managebility disni meliputi cukup dana, cukup waktu, cukup alat, cukup kemampuan teoritis dan cukup penguasaan metode
Sumber :
Suryana, (2010). Buku ajar perkuliahan metodologi penelitian. Universitas Pendidikan Indonesia

Sumber Suatu Masalah dalam Metode Penelitian

Dari masalah - masalah yang telah kita dapat pastinya tidak lepas dari berbagai sumber - sumber. Tentunya banyak sumber untuk dapat memperoleh masalah tersebut. Sumber tersebut dapar berasal dari :

  • Bacaan 
           Bacaan disini bisa berupa makalah, artikel, laporan suatu penelitian, karya ilmiah / tulisan ilmiah, jurnal ilmiah dll.
  • Seminar
          Melalui seminar kita juga dapat memperoleh sumber masalah dari hasil seminar yang telah membahas berbagai topik sehingga dari hasil tersebut bisa dijadikan sumber untuk mendapatkan masalah.

  • Pengamatan sepintas
          Pengamatan sepintas ini bisa kita dapat dari suatu hal di sekitar kita yang dapat kita amati dan sesuai
dengan fakta
  • Pengalaman pribadi
          Dari pengalaman pribadi kita pun juga bisa dijadikan sumber suatu masalah bila disertai dengan bukti
  • Perasaan Intuitif
  • Pernyataan pemegang otoritas
Sumber :
Suryana, (2010). Buku ajar perkuliahan metodologi penelitian. Universitas Pendidikan Indonesia



    Identifikasi Suatu Masalah



    Ketika kita akan membuat suatu penelitian ilmiah hendaknya terlebih dahulu kita melakukan identifikasi masalah . Dalam mengidentifikasi suatu masalah pilihlah suatu topik yang menarik dan relevan untuk diteliti. Apabila kita akan mengidentifikasi masalah dapat memperhatikan hal berikut :
    • Masalah dapat di cari melalui pengamatan dari lingkungan sekitar kita
    • Masalah dapat di cari melalui pendengaran dari masalah - masalah yang pernah kita dengar
    • Masalah dapat di cari melalui penglihatan dari apa yang telah kita lihat sehingga kita dapat mengetahui masalah tersebut
    • Masalah dapat di cari melalui perasaan dari yang apa yang telah kita rasakan
    • Masalah dapat di cari melalui penciuman
    • Permasalahan ada jika terdapat suatu kesenjangan antara das sollen dan das sein
    Sumber
    Suryana, (2010). Buku ajar perkuliahan metodologi penelitian. Universitas Pendidikan Indonesia.

    Langkah - Langkah dalam Menyusun Penelitian Ilmiah & Metode Ilmiah

    Bagaimana langkah - langkah dalam penyusunan penelitian ilmiah maupun metode ilmiah ??
    Berikut ini adalah diagram blok dalam penelitian ilmiah dan metode ilmiah



    Berikut adalah penjelasannya 

    METODE ILMIAH 

    Metode ilmiah langkah - langkahnya yaitu sebagai berikut :

    1. Memilih dan mendefinisikan masalah.

    2. Survei terhadap data yang tersedia.

    3. Memformulasikan hipotesa.

    4. Membangun kerangka analisa serta alat-alat dalam menguji hipotesa.

    5. Mengumpulkan data primair.

    6. Mengolah, menganalisa serla membuat interpretasi.

    7. Membual generalisasi dan kesimpulan.

    8. Membuat Laporan

    Tentu saja untuk melakukan langkah - langkah seperti diatas  harus didasari oleh kriteria metode ilmiah. maka metode tersebut harus mempunyai kriteria sebagai berikut:
    1. Berdasarkan fakta.

    2. Bebas dari prasangka (bias)

    3. Menggunakan prinsip-prinsip analisa.

    4. Menggunakan hipotesa

    5. Menggunakah ukuran objektif.

    6. Menggunakan teknik kuantifikasi.

    6.1. Berdasarkan Fakta

    Keterangan-keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkan dan yang dianalisa haruslah berdasarkan fakta-fakta yang nyata. Janganlah penemuan atau pembuktian didasar-kan pada daya khayal, kira-kira, legenda-legenda atau kegiatan sejenis.

    6.2. Bebas dari Prasangka

    Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan subjektif. Menggunakan suatu fakta haruslah dengan alasan dan bukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang objektif.

    6.3. Menggunakan Prinsip Analisa

    Dalam memahami serta member! arti terhadap fenomena yang kompleks, harus digunakan prinsip analisa. Semua masalah harus dicari sebab-musabab serta pemecahannya dengan menggunakan analisa yang logis, Fakta yang mendukung tidaklah dibiarkan sebagaimana adanya atau hanya dibuat deskripsinya saja. Tetapi semua kejadian harus dicari sebab-akibat dengan menggunakan analisa yang tajam.

    6.4. Menggunakan Hipotesa

    Dalam metode ilmiah, peneliti harus dituntun dalam proses berpikir dengan menggunakan analisa. Hipotesa harus ada untuk mengonggokkan persoalan serta memadu jalan pikiran ke arah tujuan yang ingin dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran dengan tepat. Hipotesa merupakan pegangan yang khas dalam menuntun jalan pikiran peneliti.

    6.5. Menggunakan Ukuran Obyektif

    Kerja penelitian dan analisa harus dinyatakan dengan ukuran yang objektif. Ukuran tidak boleh dengan merasa-rasa atau menuruti hati nurani. Pertimbangan-pertimbangan harus dibuat secara objektif dan dengan menggunakan pikiran yang waras.

    6.6. Menggunakan Teknik Kuantifikasi

    Dalam memperlakukan data ukuran kuantitatif yang lazim harus digunakan, kecuali untuk artibut-artibut yang tidak dapat dikuantifikasikan Ukuran-ukuran seperti ton, mm, per detik, ohm, kilogram, dan sebagainya harus selalu digunakan Jauhi ukuran-ukuran seperti: sejauh mata memandang, sehitam aspal, sejauh sebatang rokok, dan sebagai¬nya Kuantifikasi yang termudah adalah dengan menggunakan ukuran nominal, ranking dan rating

    PENELITIAN ILMIAH

    Proses pelaksanaan penelitian ilmiah terdiri dari langkah-langkah yang juga menerapkan prinsip metode ilmiah. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan selama melakukan penelitian ilmiah adalah sebagai berikut:
    1.     mengidentifikasi dan merumuskan masalah
    2.     melakukan studi pendahuluan
    3.     merumuskan hipotesis
    4.     mengidentifikasi variabel dadefinisi operasional variabel
    5.     menentukan rancangan dan desain penelitian
    6.     menentukan dan mengembangkan instrumen penelitian
    7.     menentukan subjek penelitian
    8.     melaksanakan penelitian
    9.     melakukan analisis data
    10.   merumuskan hasil penelitian dan pembahasan
    11  . menyusun laporan penelitian dan melakukan desiminasi.
    Berikut adalah pembahasan dari setiap langkah - langkah tersebut :

    Mengidentifikasi dan Merumuskan Masalah

    Sebagaimana halnya dalam metode ilmiah, pada penelitian ilmiah juga harus berangkat dari adanya permasalahan yang ingin pecahkan. Sebelum melaksanakan penelitian ilmiah perlu dilakukan identifikasi masalah. Proses identifikasi masalah penting dilakukan agar rumusan masalah menjadi tajam dan sebagai bentuk data awal bahwa dalam penelitian ilmiah tersebut memang dibutuhkan pemecahan masalah melalui penelitian. Identifikasi masalah dirumuskan bersesuaian sebagaimana latar belakang masalah, berdasarkan fakta dan data yang ada di lapangan. Identifikasi masalah pada umumnya dirumuskan dalam bentuk kalimat deklaratif, sementara rumusan masalah ditulis dalam bentuk kalimat tanya (berbentuk pertanyaan). 

    Melakukan Studi Pendahuluan

    Di dalam penelitian ilmiah, perlu dilakukan sebuah studi pendahuluan. Peneliti dapat melakukannya dengan menelusuri dan memahami kajian pustaka untuk bahan penyusun landasan teori yang dibutuhkan untuk menyusun hipotesis maupun pembahasan hasil penelitian nantinya. Sebuah penelitian dikatakan bagus apabila didasarkan pada landasan teori yang kukuh dan relevan. Banyak teori yang bersesuaian dengan penelitian, namun ternyata kurang relevan. Oleh karenanya, perlu dilakukan usaha memilah-milah teori yang sesuai. Selain itu studi pendahuluan yang dilakukan peneliti melalui pengkajian kepustakaan akan dapat membuat penelitian lebih fokus pada masalah yang diteliti sehingga dapat memudahkan penentuan data apa yang nantinya akan dibutuhkan.

    Merumuskan Hipotesis

    Hipotesis perlu dirumuskan dalam sebuah penelitian ilmiah, lebih-lebih penelitian kuantitatif. Dengan menyatakan hipotesis, maka penelitian ilmiah yang dilakukan peneliti akan lebih fokus terhadap masalah yang diangkat. Selain itu dengan rumusan hipotesis, seorang peneliti tidak perlu lagi direpotkan dengan data-data yang seharusnya tidak dibutuhkannya, karena data yang diambilnya melalui instrumen penelitian hanyalah data-data yang berkaitan langsung dengan hipotesis. Data-data ini sajalah yang nantinya akan dianalisis. Hipotesis erat kaitannya dengan anggapan dasar. Anggapan dasar merupakan kesimpulan yang kebenarannya mutlak sehingga ketika seseorang membaca suatu anggapan dasar, tidak lagi meragukan kebenarannya. 

    Mengidentifikasi Variabel dan Definisi Operasional Variabel

    Sebuah variabel dalam penelitian ilmiah adalah fenomena yang akan atau tidak akan terjadi sebagai akibat adanya fenomena lain. Variabel penelitian sangat perlu ditentukan agar masalah yang diangkat dalam sebuah penelitian ilmiah menjadi jelas dan terukur. Dalam tahap selanjutnya, setelah variabel penelitian ditentukan, maka peneliti perlu membuat definisi operasional variabel itu sesuai dengan maksud atau tujuan penelitian. Definisi operasional variabel adalah definisi khusus yang dirumuskan sendiri oleh peneliti. Definisi operasional tidak sama dengan definisi konseptual yang didasarkan pada teori tertentu. 

    Menentukan Rancangan atau Desain Penelitian

    Rancangan penelitian sering pula disebut sebagai desain penelitian. Rancangan penelitian merupakan prosedur atau langkah-langkah aplikatif penelitian yang berguna sebagai pedoman dalam melaksanakan penelitian ilmiah bagi si peneliti yang bersangkutan. Rancangan penelitian harus ditetapkan secara terbuka sehingga orang lain dapat mengulang prosedur yang dilakukan untuk membuktikan kebenaran penelitian ilmiah yang telah dilakukan peneliti. 

    Menentukan dan Mengembangkan Instrumen Penelitian

    Apakah yang dimaksud dengan instrumen penelitian? Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya. Beragam alat dan teknik pengumpulan data yang dapat dipilih sesuai dengan tujuan dan jenis penelitian ilmiah yang dilakukan. Setiap bentuk dan jenis instrumen penelitian memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Karena itu sebelum menentukan dan mengembangkan instrumen penelitian, perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Salah satu kriteria pertimbangan yang dapat dipakai untuk menentukan instrumen penelitian adalah kesesuaiannya dengan masalah penelitian yang ingin dipecahkan. Tidak semua alat atau instrumen pengumpul data cocok digunakan untuk penelitian-penelitian tertentu.

    Menentukan Subjek Penelitian

    Orang yang terlibat dalam penelitian ilmiah dan berperan sebagai sumber data disebut subjek penelitian. Seringkali subjek penelitian berkaitan dengan populasi dan sampel penelitian. Apabila penelitian ilmiah yang dilakukan menggunakan sampel penelitian dalam sebuah populasi penelitian, maka peneliti harus berhati-hati dalam menentukannya. Hal ini dikarenakan, penelitian yang menggunakan sampel sebagai subjek penelitian akan menyimpulkan hasil penelitian yang berlaku umum terhadap seluruh populasi, walaupun data yang diambil hanya merupakan sampel yang jumlah jauh lebih kecil dari populasi penelitian. Pengambilan sampel penelitian yang salah akan mengarahkan peneliti kepada kesimpulan yang salah pula.Sampel yang dipilih harus merepsentasikan populasi penelitian.

    Melaksanakan Penelitian

    Pelaksanaan penelitian adalah proses pengumpulan data sesuai dengan desain atau rancangan penelitian yang telah dibuat. Pelaksanaan penelitian harus dilakukan secara cermat dan hati-hati karena kan berhubungan dengan data yang dikumpulkan, keabsahan dan kebenaran data penelitian tentu saja akan menentukan kualitas penelitian yang dilakukan.Seringkali peneliti saat berada di lapangan dalam melaksanakan penelitiannya terkecoh oleh beragam data yang sekilas semuanya tampak penting dan berharga. Peneliti harus fokus pada pemecahan masalah yang telah dirumuskannya dengan mengacu pengambilan data berdasarkan instrumen penelitian yang telah dibuatnya secara ketat. Berdasarkan cara pengambilan data terhadap subjek penelitian, data dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu data langsung dan data tidak langsung. Data langsung adalah data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti dari sumber data (subjek penelitian), sementara data tidak langsung adalah data yang diperoleh peneliti tanpa berhubungan secara langsung dengan subjek penelitian yaitu melalui penggunaan media tertentu misalnya wawancara menggunakan telepon, dan sebagainya.

    Melakukan Analisis Data

    Beragam data yang terkumpul saat peneliti melaksanakan penelitian ilmiahnya tidak akan mempunyai kana apapun sebelum dilakukan analisis. Ada beragam alat yang dapat digunakan untuk melakukan analisis data, bergantung pada jenis data itu sendiri. Bila penelitian ilmiah yang dilakukan bersifat kuantitatif, maka jenis data akan bersifat kuantitatif juga. Bila penelitian bersifat kualitatif, maka data yang diperoleh akan bersifat kualitatif dan selanjutnya perlu diolah menjadi data kuantitatif. Untuk itu perlu digunakan statistik dalam pengolahan dan analisis data. 

    Merumuskan Hasil Penelitian dan Pembahasan

    Pada hakekatnya merumuskan hasil penelitian dan melakukan pembahasan adalah kegiatan menjawab pertanyaan atau rumusan masalah penelitian, sesuai dengan hasil analisis data yang telah dilakukan. Pada saat melakukan pembahasan, berarti peneliti melakukan interpretasi dan diskusi hasil penelitian.Hasil penelitian dan pemabahasannya merupakan inti dari sebuah penelitian ilmiah.Pada penelitian ilmiah dengan pengajuan hipotesis, maka pada langkah inilah hipotesis itu dinyatakan diterima atau ditolak dan dibahas mengapa diterima atau ditolak. Bila hasil penelitian mendukung atau menolak suatu prinsip atau teori, maka dibahas pula mengapa demikian. Pembahasan penelitian harus dikembalikan kepada teori yang menjadi sandaran penelitian ilmiah yang telah dilakukan. 

    Menyusun Laporan Penelitian dan Melakukan Desiminasi

    Seorang peneliti yang telah melakukan penelitian ilmiah wajib menyusun laporan hasil penelitiannya. Penyusunan laporan dan desiminasi hasil penelitian merupakan langkah terakhir dalam pelaksanaan penelitian ilmiah. Format laporan ilmiah seringkali telah dibakukan berdasarkan institusi atau pemberi sponsor di mana penelitia itu melakukannya. Desiminasi dapat dilakukan dalam bentuk seminar atau menuliskannya dalam jurnal-jurnal penelitian. Ini penting dilakukan agar hasil penelitian diketahui oleh masyarakat luas (masyarakat ilmiah) dan dapat dipergunakan bila diperlukan.

    Sumber :

    Belajar Mengenai Metode Penelitian

    Apa sih Metode dan Metodologi itu ??
    Metode berasal dari Bahasa Yunani methodos yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka, metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan, atau bagaimana cara melakukan atau membuat sesuatu.
    Metode dapat mengacu kepada beberapa hal berikut:
    ·         Metode ilmiah, langkah-langkah yang ditempuh untuk memperoleh hasil ilmiah.
    ·     Metode (ilmu komputer), suatu bagian kode yang digunakan untuk melakukan suatu tugas.
    ·   Metode (musik), semacam buku teks untuk membantu murid belajar memainkan alat musik
    ·       Metode Mengajar, merupakan cara yang dilakukan oleh seorang pendidik atau seorang guru kepada naradidik pada saat mengajar

    Metodologi berasal dari bahasa Yunani “metodos” dan ""logos, kata ini terdiri dari dua suku kata yaitu “metha” yang berarti melalui atau melewati dan “hodos” yang berarti jalan atau cara. Metode berarti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan. logos artinya ilmu. Metodologi adalah ilmu-ilmu/cara yang digunakan untuk memperoleh kebenaran menggunakan penelusuran dengan tata cara tertentu dalam menemukan kebenaran, tergantung dari realitas yang sedang dikaji.
    Ilmu terdiri atas empat prinsip:
    ·         keteraturan (orde)
    ·         sebab-musabab (determinisme)
    ·         kesederhanaan (parsimoni)
    ·         pengalaman yang dapat diamati (empirisme)
    Dengan prinsip-prinsip yang demikian maka ada banyak jalan untuk menemukan kebenaran. Metodologi adalah tata cara yang menentukan proses penelusuran apa yang akan digunakan.
    Lalu apa yang dimaksud dengan Metode Penelitian ??
    Metode penelitian adalah sekumpulan cara / kegiatan pelaksanaan penelitian dan didasari oleh pandangan filosofis, asumsi dasar, dan ideologis serta pertanyaan dan isu yang dihadapi. Sebuah penelitian memiliki rancangan penelitian tertentu. Kumpulan – kumpulan  ini menjelaskan prosedur / langkah-langkah yang harus dijalani, waktu penelitian, kondisi data dikumpulkan, sumber data serta dengan cara apa data tersebut dibuat dan diolah. 

    Diagram alir proses penelitian


     Jenis Data dalam Penelitian





    Macam – macam metode penelitian secara umum yaitu sebagai berikut :

    1.   Penelitian kuantitatif
    Jenis metode penelitian ini menggunakan fenomena yang objektif yang bisa dikaji dengan kuantitatif. Dengan memaksimalkan objektivitas sebuah desain untuk penelitian menggunakan angka, pengolahan statistik dan struktur serta percobaan yang terkontrol. Dalam penelitian ini, masih terbagi dalam macam-macam metode penelitian survey, deskriptif, komparatif, korelasional, penelitian tindakan dan ekspos facto.
    Penelitian ini biasanya dilakukan pada disiplin ilmu sekta atau ilmu pasti. Seperti matematika, statistika, biologi, dan disiplin ilmu alam lainnya. Untuk penelitiannya tenteng jumlah data konsumen produk tertentu. Dalam bidang biologi contohnya adalah menganalisis jumlah bakteri pada air sumur yang digunakan mandi di sebuah desa.

    2.   Penelitian deskriptif
    Adalah sebuah penelitian yang memiliki tujuan menjelaskan kejadian yang ada, baik sedang terjadi ataupun yang sudah terjadi. Salah satu contohnya adalah berapa jam orang dewasa ingin mengabdikan dirinya untuk bekerja. Tak hanya menjelaskan kondisi saja, dalam penelitian ini juga bisa menjelaskan perkembangannya yang longitudinal dan cross sectional.
    Contoh Masalah :
    Kasus Organisasi Papua Merdeka       
    Rumusan Masalah Penelitian Deskriptif :
    1.   Apa tujuan organisasi ini?
    2.   Bagaimanakah organisasi ini melakukan pergerakan demi mencapai tujuannya?
    3.   Apa tanggapan presiden tentang organisasi ini?
    Alasan yang melatarbelakangi :
    Persatuan dan kesatuan NKRI belakangan mengalami tantangan yang begitu luar biasa. Berbagai tantangan mengancam kesatuan dan persatuan bangsa ini, yang masih terdengar hingga saat ini adalah kasus ingin merdekanya Papua dari Indonesia. Seperti kita ketahui orang papua memang ada perbedaan dari segi ras dan fisik dari mayoritas masyarakat Indonesia. Namun apakah hanya karena perbedaan itu lantas mereka ingin memisahkan diri dari Indonesia. Lalu apakah dikarenakan perbedaan tersebut pemerintah terkesan menutup diri dan cuek terhadap kasus papua ini. Dengan herannya saya berfikir jika kita bisa menyelesaikan kasus GAM di aceh mengapa kita tidak bisa menyelesaikannya di papua. Siapa dalang dibalik masalah ini semua? Dan apa tujuannya?.

    3.   Penelitian survei
    Dalam macam-macam metode penelitian ini, anda bisa mendapatkan informasi dari beberapa orang yang ingin menanggapi isu tertentu dalam bentuk sebuah opini. Untuk melakukan survei ini, ternyata dibagi dalam 3 kelompok yakni informasi yang dikumpulkan oleh kelompok besar dengan cara menjelaskan aspek tertentu. Selanjutnya, informasi bisa dikumpulkan menggunakan sebuah pertanyaan yang tertulis. Yang ketiga, informasi bisa diperoleh dari contoh bukan dari populasi. Nah, mengenai dari tujuan survei ini adalah memperoleh gambaran dari populasi secara umum.
    Contohnya yaitu Penelitian untuk mengungkapkan kecenderungan masyarakat dalam mengkonsumsi jenis minuman dan makanan .

    4.  Penelitian Ekspos facto
    Salah satu dari contoh dari macam-macam metode penelitian ini adalah untuk meneliti hubungan sebab akibat. Fungsi dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebuah program, kejadian atau kegiatan yang berlangsung atau bahkan sudah terjadi. Salah satu contohnya adalah, penelitian yang dilakukan untuk wanita yang sedang hamil dalam memperoleh gizi bagi tumbuh kembang anaknya.

    Sumber :
    http://id.wikipedia.org/wiki/Metode
    http://id.wikipedia.org/wiki/Metodologi\
    http://rinawssuriyani.blogspot.com/2013/04/pengertian-metode-dan-metodologi.html